TARAKAN — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Tarakan terus mendorong peran generasi muda dalam mencegah masuk dan berkembangnya paham radikalisme di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta peningkatan kesadaran mahasiswa dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman.
PMII Tarakan menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan sikap kritis terhadap berbagai informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Selain melalui kegiatan diskusi dan kajian, pencegahan juga diarahkan pada peningkatan literasi digital. Hal ini penting mengingat penyebaran narasi intoleransi dan ekstremisme dapat berlangsung melalui media sosial maupun ruang digital lainnya.
PMII Tarakan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga didorong untuk mengedepankan dialog serta menyelesaikan perbedaan secara damai.
Dengan kolaborasi antara organisasi kepemudaan, mahasiswa, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, PMII Tarakan berharap Kota Tarakan dapat terus menjadi daerah yang aman, harmonis, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pencegahan radikalisme bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tugas bersama seluruh masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa dan menciptakan lingkungan yang damai bagi generasi mendatang.
