Aktivis Pemuda Gereja di Kota Tarakan berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi partisipasi dalam dialog lintas agama, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta dukungan terhadap pengamanan perayaan hari besar keagamaan.
Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah potensi konflik sosial serta memperkuat sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan aparat keamanan. Aktivis Pemuda Gereja juga secara konsisten mengedukasi generasi muda untuk menjunjung tinggi nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Aktivis Pemuda Gereja di Kota Tarakan menegaskan komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Di tengah keberagaman masyarakat Tarakan, peran pemuda lintas iman dinilai sangat strategis dalam memperkuat persatuan dan mencegah konflik sosial.
Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari dialog lintas agama, bakti sosial, hingga keterlibatan dalam pengamanan perayaan hari besar keagamaan. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena mampu membangun kepercayaan dan kebersamaan antarumat beragama.
Salah satu Aktivis Pemuda Gereja menyampaikan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi agen perdamaian. “Kami ingin pemuda gereja hadir sebagai jembatan persaudaraan, bukan pembeda. Kerukunan dan keamanan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Melalui sinergi dengan tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan, Aktivis Pemuda Gereja berharap Kota Tarakan tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tutupnya.
