Tarakan 16/11/25 – Kegiatan Diskusi Publik bersama Aliansi Pemuda Indonesia Kalimantan Utara (API-KALTARA) dengan tema “Refleksi Sumpah Pemuda Dari Gerakan Narasi Menuju Gerakan Sosial”.
API KALTARA pada kesempatan tersebut menghadirkan Dr. Ismid Mado.,S.T.,M.T. Akademisi dari Universitas Borneo Tarakan dan Sdr. Andre Setiawan dari Ketua DPD KNPI Kota Tarakan selaku Perwakilan Pemuda yang mencerminkan seorang pemuda di Kaltara sebagai Narasumber dalam kegiatan diskusi tersebut.
Sdr. Agung Alamsyah Sebagai Moderator Kegiatan bersama teman-teman Ketua SMI (Serikat Mahasiswa Indonesia) Kota Tarakan serta Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kota Tarakan & Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Sekitar kurang lebih 20 peserta yang hadir, menghasilkan 9 point dasar-dasar pemikiran yang sangat relevan dalam pergerakan narasi menuju pergerakan sosial dalam rangka refleksi Sumpah Pemuda diantaranya sebagai berikut :
1. Pemuda masa kini wajib melek terhadap isu–isu sosial dan lingkungan, baik skala nasional maupun daerah.
2. Pemuda diharapkan memahami dan turut mengawasi program-program pemerintah, khususnya di bidang infrastruktur, pendidikan, dan pertanian.
3. Ditekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi, melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial serta advokasi kebijakan publik.
4. Disampaikan kritik terhadap minimnya ruang ekspresi pemuda dalam menyampaikan aspirasi di tingkat lokal.
5. Dorongan agar organisasi kepemudaan dan mahasiswa lebih aktif mengawal kebijakan pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan isu lingkungan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
6. Pembahasan mengenai ketahanan pangan dan peran pemuda dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
7. Seruan moral agar momentum Sumpah Pemuda dijadikan refleksi memperkuat solidaritas antar organisasi kepemudaan di wilayah Kalimantan Utara.
8. Dorongan kepada pemuda agar mampu memahami arah kebijakan APBD Kaltara, serta berperan aktif dalam mendorong transparansi penggunaan anggaran daerah.
9. Ajakan kepada pemuda untuk membangun jejaring antar organisasi dan memperkuat kapasitas intelektual guna menciptakan gerakan sosial yang konstruktif.
Dan pada kegiatan tersebut tidak hanya sampai pada dasar-dasar pemikiran saja namun juga menghasilkan ruang diskusi terkait isu-isu yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya isu-isu yang ada di Provinsi Kaltara. Ada beberapa pertanyaan yang berhasil dirangkum pada kegiatan tersebut diantaranya :
- Q : Bagaimana pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara dapat berkembang, dan apakah sumber dananya berasal dari APBD atau swadaya masyarakat?
- A : Disampaikan bahwa pembangunan daerah sebagian besar masih bersumber dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, dengan keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menyebabkan ketergantungan pada dana transfer pusat. Beberapa proyek masih menanggung utang anggaran tahun sebelumnya. “Jawab Dr. Ismid Mado, S.T.,M.T.”
- Q : Apa peran pemuda dalam mendorong kemajuan Kalimantan Utara?
- A : Pemuda diharapkan berpikir kritis terhadap isu-isu daerah, berperan aktif dalam kegiatan sosial, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara konstruktif. ”Jawab Sdr. Andre Setiawan”
- Q : Mengapa angka pengangguran di Kota Tarakan masih tinggi, padahal terdapat sejumlah perusahaan besar?
- A : pada dasarnya bahwa perusahaan di wilayah Tarakan, termasuk PT PRI, memiliki sekitar 1.200 tenaga kerja, namun tenaga kerja lokal hanya sekitar 40%. Hal ini dikarenakan banyak tenaga kerja lokal belum memenuhi standar kualifikasi dan keahlian teknis, sehingga perusahaan lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah. “Jawab Dr. Ismit Mado, S.T.,M.T.”
Terakhir diskusi juga menghasilkan kesimpulan bahwasanya sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal pembangunan dan kemajuan daerah Kalimantan Utara. Narasi dan gagasan yang kita sampaikan hendaknya tidak berhenti sebatas wacana atau omongan semata, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata, kolaborasi, dan karya yang berdampak positif bagi masyarakat. Dengan semangat persatuan dan kepedulian terhadap kedaerahan, pemuda Kalimantan Utara diyakini mampu mendorong daerah ini menjadi lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. “Penutup Moderator Sdr. Agung Alamsyah”
Editor : Prabu taraknet
