
BULUNGAN. Dalam sebuah peristiwa yang menggugah hati, dua mantan narapidana teroris menghadiri upacara bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Upacara yang digelar di Lapangan Agatis ini menandai langkah penting mereka dalam menegaskan komitmen terhadap rasa nasionalisme dan cinta tanah air.
Acara ini dimulai pukul 07.00 Wita, dipimpin langsung oleh Bapak Gubernur Provinsi Kalimantan Utara. Dua orang mantan napi teroris yang kini aktif dalam program deradikalisasi dan reintegrasi sosial di Kalimantan Utara menyatakan tekad untuk menunjukkan bahwa proses deradikalisasi tidak hanya mengubah cara berpikir, tetapi juga menumbuhkan kembali rasa cinta dan tanggung jawab terhadap bangsa. “Hari ini kami berdiri dan hadir disini sebagai bagian dari masyarakat yang berkomitmen untuk memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa kami telah berubah dan siap untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujar mantan napi yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Upacara ini diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto serta penyerahan tali asih oleh Bapak Gubernur Kalimantan Utara yang menandakan awal baru dan tekad para mantan napi teroris untuk terus bergerak maju dan berkontribusi pada kemajuan bangsa. Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan proses deradikalisasi yang efektif, tetapi juga menegaskan bahwa komitmen terhadap nasionalisme dan cinta tanah air dapat dimiliki oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang masa lalu. tutupnya.