Umar Juru Pakir yang Mencari Pinjaman Uang untuk Beli Beras

Foto : Dirumah Kediaman Umar Juru Pakir (jukir)

TARAKAN-Dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Kota Tarakan juru pakir (jukir) yang bernama Umar yang memiliki kekurangan fisik (cacat) sehari-harinya sebagai juru pakir dan bergantung nasib dengan pekerjannya sebagai jukir. 26/April/2020.

Selain itu di masa pandemi covid-19 yang begitu cepat penyebaranya di kaltara khususnya, membuat Pemerintah mengambil tindakan pencegahan dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di masing-masing Kota dan kabupaten yang berada di Kalimantan Utara

Dengan berlakunya PSBB ini sangat berdampak juga bagi masyarakat yang kehidupanya dibawah terutama pada sektor ekonomi yang begitu susah bagi mereka yang berkerja di lapangan, semenjak adanya penerapan PSBB dari Tanggal 26 April sampai 9 Mei 2020 membuat juru pakir kebingungan untuk mencari nafkah sehari-hari.

Selain itu Umar juga sempat mengunggah status sosial media di forum PDKT facebook yang di tulisnya “ Assalamualaikum teman-teman yang ada di PDKT tolong infonya dong dimana ya ada orang kasih pinjam kita uang buat beli beras, 100/200 ribu”ungkapnya di media sosial.

Dengan adanya covid-19 ini membuat kehidupanya semakin susah dan sama sekali belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Kota, dirinya terpaksa melakukan hal ini karena dirinya mengalami bingung kemana lagi harus mencari nafkah, sementara dirinya meminjam uang untuk membeli beras agar anak dan istrinya bisa makan.

“Semenjak adanya wabah covid 19 ini membuat saya semakin susah, apa lagi dengan diberlakukannya PSBB dan pembatasan jam keluar, itu sangat-sangat membuat saya bingung ketika saya turun kerja ke lokasi ketempat biasanya saya jukir yang sehari-harinya selalu rame, namun kini sudah tidak seperti dulu lagi, maka dari itu saya sangat kesusahan untuk mencari nafkah dimana saya sangat bergantung pada kendaran yang parkir dipusat perbelanjaan THM dan KFC.” Katanya

Tidak hanya itu juga sehari-hari dirinya berkerja sebagai jukir di musim pandemi ini dari pagi sampai sore pun tetap juga tidak menutupi kebutuhan dirumah meski dirinya setiap bulan mengaku mendapatkan gaji dari tempatnya bekerja sebagai jukir.

Hingga saat ini pun pemerintah belum memberikan bantuan atau belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah. Namun dirinya selalu mendapatkan bantuan dari masyarakat yang peduli kepadanya.

“ Maka saya meminta tolong kepada Pemerintah untuk selalu memperhatikan kepada masyarakat yang kurang mampu seperti kami, apa bila PSBB ini dan covid-19 ini terus menerus, bagaimana nasib kehidupan kami dan kebutuhan kami maka dari itu saya juga berdoa semoga penderitan covid-19 ini cepat berakhir.” Tutupnya (*)

Reporter : TakarNet.com

Editor      : Prabu